Satipaṭṭhāna adalah sati yang mengetahui tubuh dan mengetahui batin. Satipaṭṭhāna merupakan jalan satu-satunya, jalan tunggal, yang menuntun kita menuju kemurnian batin dan kebebasan sejati.[……]
Inti dari latihan Dhamma terletak pada bagaimana kita bisa terjaga? bagaimana kita membangkitkan kesadaran sejati dalam diri kita.[……]
Samsāra adalah bahaya yang paling menakutkan. Seorang pembunuh, jika ia hendak membunuh kita, hanya bisa membunuh kita sekali saja. Tetapi samsāra ini membunuh kita berulang kali, tanpa ujung, tanpa henti.[……]
Inilah yang membuat saṃsāra menjadi bahaya paling menakutkan: ia menutupi penderitaan dengan begitu rapat dan kuat. Kita tidak mampu melihat bagaimana saṃsāra ini membawa penderitaan kepada kita.[……]
Satu-satunya cara untuk terbebas dari penderitaan adalah:
mengembangkan satipaṭṭhāna.[……]
Sesungguhnya, kita dilahirkan untuk mengangkat batin kita menuju pembebasan dari penderitaan (dukkha). Inilah tugas sejati kita.[……]
Jika kita terus melatih pengembangan batin (bhāvanā), ketika usia menua, kita tidak akan merasa bahwa “kita” yang menua—kita akan melihat bahwa hanya tubuh yang menua, bukan “kita”. Ketika sakit, yang sakit hanyalah tubuh, bukan “kita” yang sakit. Ketika mati, yang mati adalah tubuh, bukan “kita” yang mati.[……]
Inti terpenting dari praktik adalah——memiliki sati (kesadaran) dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini tidak bisa dilakukan, maka sangat kecil kemungkinannya untuk berhasil mencapainya.[……]
Jangan manja – kita harus berjuang dengan keteguhan hati. Dhamma bukan untuk orang yang lemah.[……]
Ketidaktahuan adalah ketidaksadaran, Jika kita tidak lalai, kekotoran batin tidak bisa muncul. Pegang teguh prinsip ini: Jika kita tidak lalai, dan memiliki sati (kesadaran), Kekotoran batin sama sekali tidak bisa muncul.[……]